SELAMAT DATANG DI SUMBANG DUA.COM Jl. Baturaden Timur No 35 Gandatapa-Sumbang-Banyumas Jawa Tengah .....menerima artikel, berita, informasi, dll tentang dunia kesehatan.......SEHAT KITA SEHAT UNTUK SEMUA

Selasa, 10 April 2012

Meningkatkan Umur Harapan Hidup (UHH)

Salah satu indikator penting dalam pembangunan adalah Human Development Index (HDI)/
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terdiri dari indeks ekonomi (pendapatan riil per kapita), indeks pendidikan (angka melek huruf dan lama sekolah), dan indeks kesehatan
(umur harapan hidup waktu lahir). Untuk menentukan peringkat kabupaten/kota dalam pembangunan kesehatan disusunlah Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) yaitu indikator komposit yang
menggambarkan kemajuan pembangunan kesehatan, dirumuskan dari data kesehatan berbasis komunitas yaitu Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), dan Survei Potensi Desa (Podes).
Secara nasional Kabupaten Brebes berada pada posisi ke 292 dari 440 kabupaten/kota. Tetapi tetap saja di tingkat Provinsi Jawa Tengah, IPKM Kabupaten Brebes berada pada peringkat paling bawah di antara 35 kabupaten/kota (Diseminasi Hasil Riset Kesehatan Dasar 2010 di Mataram, Nusa Tenggara Barat).
Angka Harapan Hidup adalah rata-rata tahun hidup yang masih akan dijalani oleh seseorang yang telah berhasil mencapai umur x, pada suatu tahun tertentu, dalam situasi mortalitas yang berlaku di lingkungan masyarakatnya.Angka Harapan Hidup merupakan alat untuk mengevaluasi kinerja pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk pada umumnya, dan meningkatkan derajat kesehatan pada khususnya. Angka Harapan Hidup yang rendah di suatu daerah harus diikuti dengan program pembangunan kesehatan, dan program sosial lainnya termasuk kesehatan lingkungan, kecukupan gisi dan kalori termasuk program pemberantasan kemiskinan.Idealnya cara menghitung Angka Harapan Hidup dihitung berdasarkan Angka Kematian Menurut Umur (Age Specific Death Rate/ASDR) yang datanya diperoleh dari catatan
registrasi kematian secara bertahun-tahun sehingga dimungkinkan dibuat Tabel Kematian.
Tetapi karena sistem registrasi penduduk di Indonesia belum berjalan dengan baik maka untuk menghitung Angka Harapan Hidup digunakan cara tidak langsung dengan program Mortpak Lite.

Tabel Umur Harapan Hidup (UHH) Kabupaten BrebesTahun 1996-2009


TAHUN        UMUR HARAPAN HIDUP (UHH) 
                      BPS BREBES      BPS PROVINSI

1996                59,8 Tahun              59,8 Tahun

1999               63,3 Tahun               63,3 Tahun

2002               64,2 Tahun              64,2 Tahun

2003               64,9 Tahun              64,9 Tahun

2004              65,5 Tahun              65,5 Tahun

2005              66,3 Tahun              66,3 Tahun

2006              65,89 Tahun            65,89 Tahun

2007             68,04 Tahun             66,75 Tahun

2008             69 Tahun                  67,08 Tahun

2009            69,44 Tahun             67,37 tahun

Sumber : BPS Kab. Brebes dan BPS Provinsi Jawa tengah

Ada 24 indikator kesehatan yang digunakan dalam IPKM dengan nilai korelasi UHH yang tertinggi. Indikator kesehatan tersebut adalah prevalensi balita gizi buruk dan kurang, prevalensi balita sangat pendek dan pendek, prevalensi balita sangat kurus dan kurus, prevalensi balita gemuk, prevalensi diare, prevalensi pnemonia, prevalensi hipertensi, prevalensi gangguan mental, prevalensi asma, prevalensi penyakit gigi dan mulut, prevalensi disabilitas, prevalensi cedera, prevalensi penyakit sendi, prevalensi ISPA, proporsi perilaku cuci tangan, proporsi merokok tiap hari, akses air bersih, akses sanitasi, cakupan persalinan oleh nakes, cakupan pemeriksaan neonatal-1, cakupan imunisasi lengkap, cakupan penimbangan balita, ratio Dokter/Puskesmas, dan ratio bidan/desa.Berdasarkan keterangan dari Inneke Tri Sulistyowati, SKM,M.Kes selaku Kabid PPSDK Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, bahwa program kegiatan yang dilakukan untuk
akselerasi peningkatan IPM bidang kesehatan di Kabupaten Brebes adalah :

1. Melaksanakan upaya kesehatan yang berkualitas dan menyeluruh
a. Pengadaan obat dan perbekalan kesehatan
b. Pelayanan kesehatan penduduk miskin di puskesmas dan jaringannya
c. Pelayanan kesehatan di puskesmas dan jaringannya
d. Kemitraan kesehatan bagi pasien kurang mampu.
e. Pengadaan peralatan kesehatan
f.Jaminan pertolongan persalinan (Jampersal)
g. Pelayanan kesehatan Ibu, Bayi, dan Anak
h. Penyuluhan masyarakat pola hidup sehat.
i. Penyusunan peta informasi masyarakat kurang gizi
j. Pemberian makanan tambahan dan vitamin
k. Penanggulangan KEP (Kurang Energi Protein), Anemia, Gaky (Gangguan Akibat Kekurangan Yodium), Kekurangan Vitamin A, dan zat gizi mikro lainnya.l. Pemberdayaan masyarakat untuk pencapaian keluarga sadar gizi
m. Penyehatan lingkungan
n. Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular
o. Pelayanan imunisasi
p. Surveilans epidemiologi dan penanggulangan KLB

1. Peningkatan kualitas pemerataan sumber daya kesehatan di setiap fasilitas pelayanan kesehatan
a. Pengadaan, peningkatan dan perbaikan sarana prasarana puskesmas dan jaringannya.
b. Pengadaan , peningkatan sarana dan prasarana RSUD Bumiayu

Strategi yang diterapkan dalam melaksanakan program-program kegiatan tersebut adalah :

1. Setiap sarana pelayanan kesehatan tersedia cukup obat dan peralatan kesehatan
2. Semua ketersediaan farmasi dan perbekalan kesehatan memenuhi syarat
3. Rumah sakit, puskesmas, dan jaringannya memenhui standar mutu.
4. Setiap sarana pelayanan kesehatan di rumah sakit, puskesmas, dan jaringannya memenhui standar mutu.
5. Setiap sarana pelayanan kesehatan tersedia sumber daya manusia yang kompeten
6. Setiap orang miskin mendapat pelayanan kesehatan yang bermutu
7. Setiap bayi, anak, ibu hamil dan kelompok masyarakat risiko tinggi terlindungi dari penyakit.
8. Seluruh masyarakat berperilaku hidup bersih dan sehat
9. Seluruh keluarga sadar gizi
10. Setiap kejadian termasuk KLB (Kejadian Luar Biasa) dilaporkan secara cepat dan
     tepat.

Oleh : Ismawan Nur Laksono
http://dinkes.brebeskab.go.id/attachments/article/100/Meningkatkan%20Umur%20Harapan%20Hidup.pdf

Sabtu, 10 Maret 2012

Air Yang Diminum Hari Ini Akan Keluar 10-50 Hari Lagi

Pasti kamu mengira jika air yang kamu minum sekarang akan keluar hari itu juga ternyata air yang kamu minum akan berada di dalam tubuh kamu dan akan di keluarkan 10-50 hari setelah kamu minum air mau tahu kenapa berikut penjelasanya seperti yang SumbangDua.com kutip dari ForumLangit.com berikut ini.

Perjalanan air dalam tubuh terdiri dari 3 proses, yaitu diserap, disalurkan dan diperbaharui. Saat air masuk dalam saluran pencernaan, air akan melewati pembuluh kapiler dan darah serta akan masuk ke dalam sel-sel darah.

Air menjangkau sel dalam waktu 5 menit setelah masuk ke dalam tubuh. Setelah itu air akan mengalir dan tersebar di dalam dan di sekitar organ sel. Saat air telah masuk ke plasma, maka air akan disalurkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah.

“Air merupakan zat gizi makro yang dibutuhkan dalam jumlah banyak, seperti halnya karbohidrat, lemak dan protein. Bahkan jumlahnya paling banyak yaitu 2 L, kalau nasi kan tidak mungkin sebanyak itu,” jelas Dr dr Saptawati Bardosono, MSc, dari Departemen Ilmu Gizi FKUI-RSCM, dalam acara Konferensi Pers ‘Hari Ginjal Sedunia: Sayangi Ginjal Anda, Minumlah Air Putih yang Cukup!’ di Hotel Akmani, Jakarta, Selasa (6/3/2012).

Berdasarkan penelitian TRIP yang dilakukan oleh Profesor Francois Peronnet dari Universitas Montreal, Kanada, menemukan bahwa air yang diminum akan masuk ke dalam sel dalam waktu 5 menit.

Penelitian yang telah dipublikasikan dalam dalam European Journal of Applied Physiology tahun 2011 juga menemukan bahwa pada orang-orang yang biasa minum air putih 2 liter sehari, ternyata air berada di dalam tubuh selama 10 hingga 50 hari.

Air yang dikonsumsi setiap hari akan bertahan di dalam tubuh selama 10 hari yang kemudian akan dikeluarkan melalui urine, keringat, uap pernapasan dan tinja.

“Sedangkan tetes terakhir air yang kita minum hari ini akan keluar 50 hari kemudian. Jadi tidak betul kalau kita minum air hari ini terus langsung keluar hari ini juga, yang keluar hari ini adalah air yang diminum 50 hari sebelumnya,” jelas Dr Tatik.

Nah, melihat perjalanan air dalam tubuh dan waktu yang cukup lama berada di dalam tubuh, maka harus benar-benar diperhatikan air yang diminum memiliki kualitas yang baik.

“Minum air itu penting, kompisisinya juga penting karena tidak semua air bagus untuk ginjal,” jelas Dr dr Parlindungan Siregar, SpPD-KGH dari bagian Ginjal dan Hipertensi, Departemen Penyakit Dalam FKUI-RSCM.

Menurut Dr Parlin, air minum yang sehat haruslah memenuhi syarat sebagai berikut:

Jernih
Tidak berasa
Tidak berbau
Kandungan kuman rendah
Kandungan mineral seperti kalsium, magnesium harus rendah.

“Air minum apa saja bisa, entah dari sumur pompa lalu dimasak atau air isi ulang, yang penting harus memenuhi syarat air minum yang bisa dikonsumsi. Kandungan mineralnya juga harus diperhatikan karena air yang mengandung magnesium sangat berpengaruh pada terbentuknya batu ginjal,” tutup Dr Parlin.