SELAMAT DATANG DI SUMBANG DUA.COM Jl. Baturaden Timur No 35 Gandatapa-Sumbang-Banyumas Jawa Tengah .....menerima artikel, berita, informasi, dll tentang dunia kesehatan.......SEHAT KITA SEHAT UNTUK SEMUA

Sabtu, 10 Maret 2012

Air Yang Diminum Hari Ini Akan Keluar 10-50 Hari Lagi

Pasti kamu mengira jika air yang kamu minum sekarang akan keluar hari itu juga ternyata air yang kamu minum akan berada di dalam tubuh kamu dan akan di keluarkan 10-50 hari setelah kamu minum air mau tahu kenapa berikut penjelasanya seperti yang SumbangDua.com kutip dari ForumLangit.com berikut ini.

Perjalanan air dalam tubuh terdiri dari 3 proses, yaitu diserap, disalurkan dan diperbaharui. Saat air masuk dalam saluran pencernaan, air akan melewati pembuluh kapiler dan darah serta akan masuk ke dalam sel-sel darah.

Air menjangkau sel dalam waktu 5 menit setelah masuk ke dalam tubuh. Setelah itu air akan mengalir dan tersebar di dalam dan di sekitar organ sel. Saat air telah masuk ke plasma, maka air akan disalurkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah.

“Air merupakan zat gizi makro yang dibutuhkan dalam jumlah banyak, seperti halnya karbohidrat, lemak dan protein. Bahkan jumlahnya paling banyak yaitu 2 L, kalau nasi kan tidak mungkin sebanyak itu,” jelas Dr dr Saptawati Bardosono, MSc, dari Departemen Ilmu Gizi FKUI-RSCM, dalam acara Konferensi Pers ‘Hari Ginjal Sedunia: Sayangi Ginjal Anda, Minumlah Air Putih yang Cukup!’ di Hotel Akmani, Jakarta, Selasa (6/3/2012).

Berdasarkan penelitian TRIP yang dilakukan oleh Profesor Francois Peronnet dari Universitas Montreal, Kanada, menemukan bahwa air yang diminum akan masuk ke dalam sel dalam waktu 5 menit.

Penelitian yang telah dipublikasikan dalam dalam European Journal of Applied Physiology tahun 2011 juga menemukan bahwa pada orang-orang yang biasa minum air putih 2 liter sehari, ternyata air berada di dalam tubuh selama 10 hingga 50 hari.

Air yang dikonsumsi setiap hari akan bertahan di dalam tubuh selama 10 hari yang kemudian akan dikeluarkan melalui urine, keringat, uap pernapasan dan tinja.

“Sedangkan tetes terakhir air yang kita minum hari ini akan keluar 50 hari kemudian. Jadi tidak betul kalau kita minum air hari ini terus langsung keluar hari ini juga, yang keluar hari ini adalah air yang diminum 50 hari sebelumnya,” jelas Dr Tatik.

Nah, melihat perjalanan air dalam tubuh dan waktu yang cukup lama berada di dalam tubuh, maka harus benar-benar diperhatikan air yang diminum memiliki kualitas yang baik.

“Minum air itu penting, kompisisinya juga penting karena tidak semua air bagus untuk ginjal,” jelas Dr dr Parlindungan Siregar, SpPD-KGH dari bagian Ginjal dan Hipertensi, Departemen Penyakit Dalam FKUI-RSCM.

Menurut Dr Parlin, air minum yang sehat haruslah memenuhi syarat sebagai berikut:

Jernih
Tidak berasa
Tidak berbau
Kandungan kuman rendah
Kandungan mineral seperti kalsium, magnesium harus rendah.

“Air minum apa saja bisa, entah dari sumur pompa lalu dimasak atau air isi ulang, yang penting harus memenuhi syarat air minum yang bisa dikonsumsi. Kandungan mineralnya juga harus diperhatikan karena air yang mengandung magnesium sangat berpengaruh pada terbentuknya batu ginjal,” tutup Dr Parlin.









Rabu, 22 Februari 2012

INTERMEZZO: Timbangan



                                                                                                                               Ada seorang petani pekerja keras namun sangat lugu. Tiap hari pergi ke sawah sejak pagi hingga sore.                    Setiap kali dia ke sawah, dia selalu melewati puskesmas yang terdapat fasilitas alat timbang gratis bagi tiap warga desa yang lewat. Rupanya fasilitas itu sengaja disediakan oleh dokter puskesmas untuk menjalin komunikasi dan pelayanan yang baik dengan warga desa.

Setiap pulang dari sawah, dengan menggendong bebannya yang berat, petani itu mampir sebentar di puskesmas dan menimbang badannya. Ia selalu melihat berat badannya selalu 80 kg. Apalagi orang-orang yang melihatnya menimbang juga selalu tertwa atau menahan tawa. Ia pikir mereka menertawakannya karena ia benar-benar gendut.. Akhirnya ia berpikir untuk diet, namun keadaannya tak pernah membaik. Setiap menimbang, berat badannya selalu saja 80 kg.

Suatu hari, si petani bertanya kepada salah satu dokter yang lewat ketika ia sedang menimbang dan berkata: “ Dok, saya heran. Koq berat badan saya selalu 80 kg, padahal saya selalu diet? Lagipula saya kan juga jarang makan yang enak-enak kayak orang kota. “

Sang dokter hanya senyum-senyum melihat kelakuan si petani polos tersebut. Si petani malah kebingungan dan terus mendesak si dokter untuk memberitahukan alasannya. Si dokter pun menjawab sambil menahan ketawa: “ Yah jelas aja, mas. Mas kan nimbang sambil bawa alat-alat macul mas. Jelas aja berat. Pantaslah mereka semua yang ngeliat mas ketawa. Wong saya aja ketawa. Mas, kalo mau nimbang, yah di taruh dulu alat-alat maculnya. Lagian berat badan badannya situ sebetulnya 70 kg. Masih normal. Ga perlu diet. “

Maka merahlah muka si petani menahan malu dan buru-buru ngacir dari puskesmas tersebut.